Lahan Kering Jadi Tantangan, BRMP Kalteng Kawal LTT dan PM-AAS Palangka Raya
PALANGKA RAYA – BRMP Kalimantan Tengah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya untuk percepatan pelaksanaan Luas Tambah Tanam (LTT) Reguler dan Program PM-AAS, sekaligus memantau kesiapan kegiatan di lapangan (30/07/26).
Verifikasi CPCL PM-AAS masih berlangsung. Penanaman ditargetkan dimulai September 2026 setelah seluruh persiapan administrasi dan teknis diselesaikan.
Kondisi lahan yang masih kering akibat rendahnya curah hujan menjadi salah satu tantangan di lapangan. Keterbatasan ketersediaan air membuat sebagian petani menunda penanaman hingga kondisi lahan lebih siap.
Pada LTT Reguler, CPCL seluas 5,5 ha telah teridentifikasi dan seluruh arealnya kini telah ditanami di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) menggunakan varietas Inpari 32.
Sementara itu, target penanaman PM-AAS di Kota Palangka Raya mencapai 11,43 ha, dengan realisasi yang saat ini baru dapat dipenuhi sekitar 1 ha. Demplot PM-AAS juga direncanakan pada September seluas 0,5 ha dan dilanjutkan 0,5 ha pada Oktober di Kecamatan Jekan Raya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya bersama Pj. Satgas Swasembada Kota6 Palangka Raya menandatangani Pakta Integritas/Komitmen Pencapaian Target PM-AAS Tahun 2026, disaksikan jajaran terkait.
BRMP Kalteng bersama pemerintah daerah dan penyuluh akan terus mengawal pelaksanaan di lapangan melalui pendampingan, monitoring, dan evaluasi, sehingga target LTT dan PM-AAS di Kota Palangka Raya dapat tercapai sesuai rencana.